expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Minggu, 17 Juli 2016

Suicide Squad Test Screening Reactions Are Very Positive (Repost)




In the wake of Batman V Superman: Dawn of Justice and its less-than-stellar reception, a whole host of major changes hit the DCEU. Chief Creative Officer Geoff Johns and Warner Bros. VP Jon Berg took the helm of the comic book film division, now entitled DC Films. The iconic company also unveiled an updated logo, which much like Batman V Superman, hasn’t exactly hit the ball out of the park.

However, things could change for the better once Warner Bros./DC’s next big comic romp, Suicide Squad, hits theaters in August.


As was the case with its predecessor, DC and Warner Bros. are keeping a tight leash on anyinformation around the film – beyond the trailers and TV spots, at least. Early reactions to Suicide Squad weren’t supposed to trickle onto the web until the film screened at this month’s MCM Comic Con in London. However, Comic Book is reporting that several test screenings took place at the Century 25 and XD in Union City California. At first glance overall reactions to David Ayer’s villain-opus are very encouraging.

A quick glance at the field shows a great deal of post-viewing excitement about the film. One pre-screener even felt the anti-hero romp should have kick-started the DCEU, in lieu of Batman V Superman. Others praised the film, saying “it met my expectations!” In general, early viewers seemed to enjoy the overall performances – especially Will Smith (Deadshot), Margot Robbie (Harley Quinn) and Jared Leto (The Joker).





Sumber:  

http://screenrant.com/suicide-squad-early-reactions/
http://celebra.us/wp-content/uploads/2016/02/Suicide-Squad-1078x516.jpg

Observasi Ke "School Of Universe'

Ini adalah tugas dari mata kuliah Psikologi Pendidikan dan Dosen nya ialah Bu Aliya. Tugas observasi ini diberikan sekitar bulan april atau mei kemarin. Dan tugas ini pun tugas kelompok, dan jumlah kelompok dalam kelas yaitu 8 kelompok, dan saya mendapatkan kelompok yang terakhir yaitu kelompok 8. Tugas ini kita mengobservasi ke Sekolah SMA Negeri, Swasta, Madrasah, Sekolah Alam, dan Sekolah luar biasa. Pembagian Sekolah pun dibagikan secara acak, dan kelompok saya mendapatkan bagian ke Sekolah Alam.

Karena deadline untuk kelompok kami maju masih cukup lama, jadi kami agak bisa santai sambil meluangkan waktu sejenak. Sekitar 3 minggu lebih dari tugas observasi itu diberikan, akhirnya saya dan kelompok saya berunding untuk mencari Sekolah Alam yang tepat untuk kita view. Dan setelah berunding segala macamnya kami memilih di School of Universe (SOU) letaknya di daerah parung Bogor.

Setelah kita mendapatkan Sekolah Alam yang kita incar untuk tujuan observasi kita, tentunya kita telepon terlebih dahulu kepada pihak sekoloah tersebut untuk meminta izin untuk melakukan observasi di SOU. Dan akhirnya pun diperbolehkan dan kelompok kami ke sekolah tersebut sekitar 2.5 minggu sebelum lebaran kemarin.

Dan di hari H nya kami mendatangi SOU tepatnya pada hari kamis di bulan puasa haha. Setelah sampai SOU yang saya lihat sekelilingnya itu  banyak sekali pepohonan, gedung kelas yang minimalis dan ga terlalu ribet serta Musholla SOU. Dan tidak salah juga, namanya juga Sekolah Alam sudah pasti konsep yang mereka punya seperti belajar dan juga menyatu dengan alam bisa dbilang seperti itu. Dan di SOU kebersihannya sangat dijaga sekali, tidak ada yang namanya sampah berserakan di jalan, dikelas atau dimana pun.

Di SOU kami mengincar untuk yang SMA nya saja untuk kami interview dan ini foto-foto pada saat interview oleh staf-staf di SOU..


Nah itu kelompok kami, tentunya kalau ada tugas untuk keluar perkuliahan disarankan untuk menggunakan almamater dari kampus Gunadarma sendiri.

Dan ini setelah acara interview selesai.. Enjoy the pic!! 





Yeaaah haha...!!! (peace & chicken grease).

How is math used in psychology?



Psychological researchers use statistical methods to determine if certain treatments are effective, and clinical psychologists must be able to interpret statistical data to interpret diagnostic material and studies. Psychologists working with groups also rely on statistics for measurements.


As with all sciences, psychology is partially based on a mathematical foundation. Hypotheses need to be tested, and statistical analysis provides a means of determining whether treatments appear to be effective or not. Psychologists working with patients must read studies to determine what scientific literature shows to be most effective, and they must have a strong understanding of statistics to do so.

Diagnosing problems is an essential part of clinical psychology, but the results rarely show up on brain scans or other tools. As a result, psychologists rely on surveys and information provided by patients. Psychologists must be able to interpret these results to make the best diagnosis possible. Understanding the prevalence of various problems also helps.

Psychologists often work with groups of people in schools, offices and other organizations, and much of their work requires them to locate and measure various trends. However, they must be able to determine whether trends are real effects or just statistical noise. Again, statistics play a key role, and using p-values and Bayesian statistical methods allows psychologists to make important observations.



Sumber:  

https://www.reference.com/world-view/math-used-psychology-c50e4663320ecd41#
https://www.sciencedaily.com/releases/2014/03/140317095843.htm

Pentingnya Pemahaman Statistika dalam Psikologi



Statistika adalah ilmu yang mempelajari bagaimana merencanakan, mengumpulkan, menganalisis, menginterpretasi, dan mempresentasikan data. Singkatnya, statistika adalah ilmu yang berkenaan dengan data. Istilah 'statistika' (bahasa Inggris: statistics) berbeda dengan 'statistik' (statistic). Statistika merupakan ilmu yang berkenaan dengan data, sedang statistik adalah data, informasi, atau hasil penerapan algoritma statistika pada suatu data. Dari kumpulan data, statistika dapat digunakan untuk menyimpulkan atau mendeskripsikan data; ini dinamakan statistika deskriptif. Sebagian besar konsep dasar statistika mengasumsikan teori probabilitas. Beberapa istilah statistika antara lain:populasi, sampel, unit sampel, dan probabilitas.


Statistika banyak diterapkan dalam berbagai disiplin ilmu, baik ilmu-ilmu alam (misalnya astronomi dan biologi maupun ilmu-ilmu sosial (termasuk sosiologi dan psikologi), maupun di bidang bisnis, ekonomi, dan industri. Statistika juga digunakan dalam pemerintahan untuk berbagai macam tujuan; sensus penduduk merupakan salah satu prosedur yang paling dikenal. Aplikasi statistika lainnya yang sekarang popular adalah prosedur jajak pendapat atau polling (misalnya dilakukan sebelum pemilihan umum), serta hitung cepat (perhitungan cepat hasil pemilu) atau quick count. Di bidang komputasi, statistika dapat pula diterapkan dalam pengenalan pola maupun kecerdasan buatan.


STATISTIK dalam ilmu psikologi
peranan statistika dalam psikologi lebih jauh, Statistika sebagai bahan perencanaan,
Statistika sebagai bahan monitoring, Statistika sebagai bahan evaluasi.
penerapan ilmu statistik dalam ilmu psikologi adalah dengan metode wawancara(dengan kuesioner didalamnya terdapat pertanya-tanyaan sehubungan dengan apa yang akan di teliti).
contoh. Bagaimana kita mengukur sisi kepribadian seseorang dilihat dari gaya kepemimpinannya. Dimana kita tahu, Peran kepemimpinan menuntut seorang pemegang jabatan untuk mempengaruhi bawahan, rekan sejawat atau atasan untuk melakukan tindakan dengan cara tertentu, dan bukan dengan cara lain. Setiap orang mengembangkan gayanya sendiri dalam mempengaruhi orang lain, yang dirasakan paling nyaman dan cenderung memberikan hasil yang paling baik baginya.

Kemudian, Semua pertanyaan yang diajukan dijawab oleh narasumber dan diteliti melalui standart perhitungan dalam ilmu statistik. Hasil dari perhitungan statistik tersebut Bisa atau dapat digambarkan dalam angka atau
pun diagram.





Sumber:  
https://id.wikipedia.org/wiki/Statistika
http://handayanihesti.blogspot.com/2011/02/psikologi-dengan-ilmu-matematika.html
https://www.pinterest.com/adrianvonderost/brand-design-mood-board/

Rabu, 13 Juli 2016

'Spider-Man: Homecoming' Set Photos Offer Fans Their Best Look Yet at Tom Holland's Costume (Repost)

More than any other superhero (except maybe the Fantastic Four), Spider-Man has had a strange cinematic journey. With two reboots in less than four years, some wondered if audiences would suffer from Peter Parker fatigue. How many times could Uncle Ben possibly die before fans just stopped showing up? Then Marvel added the latest Spider-Man (Tom Holland) to Captain America: Civil War, and suddenly everything clicked into place. THIS was the friendly neighborhood Spider-Man from the comics. A poor kid from Queens caught between saving the world and World History homework, his suit funded by a billionaire to explain its high-tech nature.




Introducing Spider-Man to the Marvel Cinematic Universe was only step one. As part of the custody agreement with Sony, Peter has to spend weekends and holidays his solo films with them. Thus Spider-Man: Homecoming was born. Very little is known about Holland’s first solo outing in the Spider-suit. Homecoming could mean Parker is going home to Queens. It could be a literal high school homecoming. Or it could be all the Spider-Men and Spider-Woman from the multiverse converging on the shared Sony/MCU.

We now also know Spider-Man will get to keep the suit bequeathed to him by Tony Stark. Eagle-eyed photographers on the set of Homecoming caught a look, and the costume should look very familiar.




Ironically, this is the best still image fans have gotten yet of Marvel’s take on Spider-Man’s costume. The most notable difference from previous iterations has to be the lack of “webbing” on the blue part of the suit. Instead, there clean black lines in geometric shapes. Considering this suit is Stark tech, I’d bet my hat those lines are embedded with wiring or dampeners or some other sci-fi accruements to assist Spider-Man in his crime-fighting.

My favorite part of Holland’s Spider-Man costume by far has to be the back. Using artist John Romita Sr.’s design from the 1960s THE AMAZING SPIDER-MAN run, Homecoming inverts the well-known (to movie-going audiences) color scheme, swapping a thin spider logo for a thick one. It’s a small difference, but one that shows homage and respect to the source material. They even got the number of legs right!

 


Sumber:  http://www.hitfix.com/harpy/spider-man-homecoming-photos-offer-fans-their-best-look-yet-at-tom-hollands-costume

Kompetisi Futsal Fakulstas Psikologi Gunadarma




BEM Psikologi Universitas Gunadarma menjelang akhir tahun 2015 kemarin mengadakan kompetisi futsal antar tingkat kelas sesama Psikologi di Universitas Gundarma. Dan dari kelas saya PA06 menyumbang 3 pemain untuk mengikuti kompetisi tersebut, yang nantinya perkelas digabung untuk beberapa tim, dan menjadi tim regu Tingkat 1.

Dengan berjalannya waktu, saya juga jarang menonton pertandingan tersebut di Lapangan H Universitas Gunadarma, jadi dari teman kelas saya yang ikut 3 orang, saya selalu menyempatkan untuk bertanya disaat masuk perkuliahan. Tentu saja bertanya tentang kabarnya kompetisi tersebut. Dan ya alhamdulillah tim yang dibawa oleh regu teman saya masih lolos.

Pada waktu itu saya sesudah I-Lab yang kebetulan juga lagi di H, saya menyempatkan diri untuk menonton kompetisi futsal tersebut, dimana tim yang di bawa teman saya sedang bermain di lapangan. Dan setelah saya lihat permainannya cukup baik dan kompak, walau pada saat itu skornya sempat tertinggal. kalau tidak salah hanya selisih satu tertinggalnya.

Keesokan harinya waktu tiba di kampus dalam perkuliahan biasa, saya menanyakan kembali hasil dari pertandingan kemarin, dan hasilnya Menang!! Haha.. Good Job! Pertandingan pun dilanjutkan dengan lawan yang selanjutnya. Yaitu melawan Tingkat 4, dan hasilnya pun kalah.. Hahah. Tapi lumayan untuk permainannya dari Tingkat 1 sudah bisa melawan Tingkat 4, walaupun kalah tapi bisa dicoba buat next year.

Yeep. Sekian dari saya, aktifitas atau kegiatan yang ada di kampus saya. See Ya!!

Tim Olimpiade Matematika Indonesia Raih Emas Pertama




Setelah 25 tahun keiikutsertaan Indonesia dalam ajang Olimpiade Matematika Internasional, akhirnya tim Indonesia berhasil meraih medali emas.

Tim Olimpiade Matematika Indonesia (TOMI) yang terdiri dari enam peserta berhasil membawa pulang satu medali emas, satu perak, dan empat perunggu dari ajang International Mathematical Olympiad (IMO) ke - 54 yang diselenggarakan di Santa Marta, Kolumbia tanggal 18 – 27 Juli 2013.

Medali emas dipersembahkan oleh Stephen Sanjaya (SMAK 1 BPK Penabur Jakarta) yang berada di rangking 10 dari 528 peserta. Sedangkan, medali perak diraih oleh Fransisca Susan (SMAK 1 BPK Penabur Jakarta) dan empat perunggu masing-masing diperoleh oleh Stephen Sanjaya (SMAK 1 BPK Penabur Jakarta), Bivan Alzacky Harmanto (SMA Labschool Jakarta), Gede Bagus Bayu Pentium (SMA Semesta Semarang), Reza Wahyu Kumara (SMAN Sragen BBS), dan Kevin Christian Wibisono (SMAK IPEKA Puri Indah Jakarta).

"Berbagai usaha telah kita lakukan untuk mencapai target yang direncanakan, yaitu meraih emas untuk pertama kalinya sejak keikutsertaan Indonesia pada tahun 1988. Bukan hanya itu, tahun ini peringkat Indonesia naik ke posisi 19 dari 97 negara peserta, mengalahkan negara - negara eropa seperti Belanda, Prancis, Jerman dan Italia,” kata Ketua Tim Pembina TOMI Al Haji Akbar Bachtiar lewat siaran pers kepada SP di Jakarta, Rabu (31/7).

Al Haji mengatakan pada tahun 2012, Indonesia hanya berada pada ranking ke-35 dari 100 negara dengan perolehan 1 perak, 3 perunggu, dan 1 honorable mention. Menurutnya, pencapaian Indonesia tahun ini menunjukkan kemampuan Matematika siswa Indonesia sudah diakui di tingkat dunia. Dia berharap prestasi keenam peserta IMO tersebut bisa memotivasi para siswa Indonesia agar menyukai pelajaran Matematika.

Sementara itu, Direktur Pembinaan SMA Ditjen Pendidikan Menengah Kemdikbud Harris Iskandar mengatakan prestasi TOMI tahun 2013 sangat membanggakan.

"Saya sangat mengapresiasikan kerja keras yang telah dilakukan oleh tim Indonesia demi meraih emas," kata Harris.

Senada dengan itu, Kasubdit Kelembagaan dan Peserta Didik Direktorat Pembinaan SMA Ditjen Pendidikan Menengah Kemdikbud, Suharlan mengatakan prestasi ini diharapkan mengubah paradigma Matematika sebagai momok bagi para siswa.

“Ke depan kita tetap melakukan pembinaan dan evaluasi dalam mempersiapkan keberangkatan tim Indonesia ke ajang internasional agar prestasi yang telah diraih dapat dipertahankan dan terus meningkat dari tahun ke tahun," ujarnya.

Keberangkatan tim Indonesia ke ajang IMO 2013 didampingi oleh tim pembina yang terdiri dari Dr. Budi Surodjo (Universitas Gajah Mada) sebagai leader, Dr. Yudi Satria (Universitas Indonesia) sebagai deputy leader, Dr. Hery Susanto (Universitas Negeri Malang) sebagaiobserver, serta Dr. Alhaji Akbar Bachtiar (Universitas Indonesia) sebagai observer.






Sumber:   http://www.beritasatu.com/nasional/129145-tim-olimpiade-matematika-indonesia-raih-emas-pertama.html